Minat saya menulis beragam. Mulai dari menulis sepakbola, musik, serta politik. Saya menulis Politika, kolom tetap di Harian Kompas. Di Kompasiana saya ingin share ilmu politik melalui halaman "Politiking", yakni ajang bagi kita untuk membahas politik, bidang pengabdian masyarakat yang sesungguhnya bertujuan mulia. Ia ibarat sekolah menengah berstatus "filial petang" semata-mata sebagai pelengkap Politika yang terbit di harian Kompas tiap edisi Selasa dan Sabtu. Mari kita saling berpolitiking!SEBAGAI wartawan yang telah bekerja selama seperempat abad di harian Kompas, saya merasa beruntung meliput Election Night di Chicago hari Selasa 4 November 2008. Pesta meriah yang dihadiri seperempat juta orang dari berbagai pelosok Amerika Serikat (AS) dan juga dari manca negara itu berlangsung di Grant Park di tepi Danau Michigan. Pesta yang berlangsung sejak Selasa malam sampai Rabu dini hari itu disiapkan jauh-jauh hari untuk menyambut kemenangan capres Demokrat, Senator Barack Hussein Obama Junior yang berpasangan dengan Senator Joe Biden. Undangan resmi bagi mereka yang diizinkan masuk ke lapangan dicetak hanya 70.000 tiket, sisanya numplek di wilayah taman yang luasnya 319 hektar itu. Baca artikel selengkapnya »
Salam kenal djoega oentoek Siputih. Sedjak Orde Baroe berkoeasa kita sesoenggoehnja telah menjadi antek Amerika Sjarikat dengan segala keoentoengan maoepoen keroegiannja. Tidak oesah djaoeh-djaoeh, lihat sadja politik loear negeri SBY jang manoet dan toendoek kepada Amerika ketika ikoet voting anti-Iran di Dewan Keamanan PBB beloem lama ini. Baca artikel selengkapnya »
Pak Prayitno jang baik. Terima kasih atas tanggapannja. Saja, tak bisa lain, hanja bisa mengamini sadja karena argoemen-argoemen Bapak benar adanja. Oentoek melengkapi diskoesi saja maoe berbagi pandangan bahwa kebidjakan global (loear negeri, keamanan, dan ekonomi) Amerika Sjarikat tidak akan mengalami peroebahan siapapoen jang mendjadi presiden, Repoeblik ataoe Demokrat. Mereka akan tetap beroepaja mempertahankan soepremasi sebagai satoe-satoenja negara adi daja politik, militer, ekonomi, bahkan boedaja. Posisi sebagai satoe-satoenja negeri adi daja lebih mengoentoengkan Amerika sekalipoen perimbangan kekoeatan doenia jang bipolaristis, menoeroet saja, jaoeh lebih stabil, damai, dan harmonis ketimbang doenia jang unipolaristis ataoe multipolaristis. Baca artikel selengkapnya »
Toean Junanto. Pertama, “there is no such a thing as ‘Reaganomics’ or ‘Obamanomics’” karena predikat-predikat itu hanjalah karangan pakar dan pers. Jang ada hanjalah “presidential economics” (boekoe-boekoe tentang itoe banjak djoemlahnya) jang tidak akan pernah beroebah drastis dalam hitoengan dasawarsa. Tiap presiden beroesaha mengedjar hegemoni ekonomi melaloei sistem kapitalisme jang amat mengandalken pasar bebas jang dipadoeken (coupling) dengan strategi pertahanan dan keamanan global jang tentunja djoega amat hegemonik. Baca artikel selengkapnya »
Riyan, salam kenal djoega. Moedah-moedahan pemberitaan harian Kompas tentang pilpres di Amerika Sjarikat lebih lengkap lagi mendekati “Hari H” tanggal 4 November. Trims atas komentarnja.
Boekan tjoema Indonesia, pemerintah negara-negara lain telah memasang antjang-antjang bersiap-siap menghadapi kemoengkinan terpilihnja Obama (djoega kemoengkinan kalahnja Obama). Ini praktik jang biasa dalam pergaoelan internasional, apalagi Amerika Sjarikat sebentar lagi memasuki babak baroe setelah berachirnja era George Bush selama delapan tahoen. Djadi ini boekan persoalan provokasi ataoe tidak, melainkan realita jang sedang berada di depan mata. Lebih penting lagi krismon di Amerika pada kenjataannja berpengaruh terhadap ekonomi global sehingga persiapan-persiapan oleh pemerintah wadjib dilakoeken oentoek mengantisipasi era baroe jang dimoelai setelah Obama atau McCain dilantik boelan Djanoeari 2009.
Saja koerang setoedjoe dengan pandangan Anda bahwa tidak ada peroebahan jang signifikan akibat terpilihnja Obama terhadap Indonesia. Peroebahan paling djelas djika Obama menang ialah perhatian Washington DC terhadap praktik HAM di sini pasti akan lebih serioes. Sebagai iloestrasi, Presiden Jimmy Carter (Demokrat) memberlakoeken berbagai “hoekoeman” terhadap Soeharto karena invasi ke Timor Timoer. Pembekoean bantoean oeang, beras, bea siswa, teknis dan lain-lain coekoep memberatken hidoep sebagian kalangan di sini. Carter ogah datang ke sini, Soeharto ditolak berkoendjoeng ke Washington DC waloepoen soedah memohon datang. Salah satoe kepoetoesan HAM jang tak bisa ditolak Soeharto ialah membatalkan/menoenda eksekoesi hoekoeman mati terhadap sedjoemlah tokoh jang ditoedoeh terlibat “pemberontakan G30S/PKI” tanpa pernah diboektikan di pengadilan seperti mantan Menloe Soebandrio, mantan KSAU Omar Dhani, dan lain-lain. Padahal, invasi ke Timor Timoer djoestroe direstoei oleh Presiden Gerald Ford.
Ruh, trims. Saja tidak setoejoe dengan seboetan “toea” karena masih poenja orang toea, nanti malahan koealat. Menoeroet saja mereka tak pernah menghalangi orang-orang moeda oentoek terdjoen ke doenia politik, termasoek mendjadi capres, cawapres atau calon anggota parlemen. Banjak anak moeda jang melamar ke partai-partai jang dipimpin oleh orang-orang “toea”, moelai dari artis sampai pakar politik, oentoek ikoet serta di Pemiloe 2009.
Kekoeasaan, seperti halnja seks, selaloe berhoeboengan dengan nafsoe atau berahi karena lebih banjak nikmat ketimbang moedaratnya. Seperti seks, tidak sedikit orang jang terdjangkit penjakit ketagihan sampai parah memasoeki stadioem landjoet. Djoedjoer sadja saja melihat kaoem “moeda” djoega moelai ketoelaran. Dan pertjoema sadja berbitjara mengenai pemboektian koroepsi karena njaris semua pedjabat dan politisi di negeri ini soedah terlandjoer merasa “above the law.” Sedari doeloe saja mendoekoeng diledakkennja revoloesi di negeri ini oentoek mengachiri lingkaran setan koroepsi jang telah meradjalela selama hampir 50 tahoen terachir. Tetapi, itoe topik lain jang bisa kita bahas kelak.
Ruh mengemukaken seboeah topik jang menarik, jaitoe “faktor Obama.” Terpilihnja Obama tentoe berpengaroeh ke negara-negara lain, termasuk ke negeri kita. Ada asoemsi jang menjeboetken bahwa faktor Obama itoe mendorong peralihan kekoeasaan dari kaoem toea ke jang moeda. Laloe apakah kaoem moeda kita soedah siap menerima tongkat estafet? Lebih penting lagi apakah kaoem toea rela memboeka roeang oentoek jang moeda? Baca artikel selengkapnya »
Toean-toean, njonja-njonja, dan saoedara-saoedara sekalian,
Merdeka! Saja maoe menjampaikan seboeah pengoemoeman jang tidak kalah penting dibandingken dengan penjiaran Proklamasi tempo hari jang dioecapken oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agoestoes 1945 melalui Radio Repoeblik Indonesia. Sebagai bangsa jang telah merdeka dari pendjadjahan pasoekan Djepang dan koempeni Belanda, marilah kita memoelai soeatoe tradisi baroe jang beroepa diskoesi-diskoesi mengenai politiking di Iboe Pertiwi jang kita tjintai bersama ini. Baca artikel selengkapnya »
TAK sedikit pembaca bertanya apa yang terjadi pada “tahun politik” 2009? Sebagian bertanya karena ingin menghindari ngar-bingar Pemilu/Pilpres 2009 yang sami mawon dengan Pemilu 2004.
Mereka mendua: mengaku tak suka politik, tetapi diam-diam rajin menyimak berita politik. Sebagian lagi bertanya karena serius mau tahu masa depan bangsa yang sudah kelamaan susah.
Dilema demokrasi mengatakan sebagian hak pemilih dirampas beberapa detik setelah ia mencoblos. Tak ada istilah ralat karena mandat berlaku lima tahun.
Ada baiknya calon sadar kampanye bukan panggung untuk pidato self motivation ala Hermawan Kertajaya. Ia bukan lomba tarik suara, adu joget, atau obral sembako. Baca artikel selengkapnya »
Perbankan syariah atau Perbankan Islam adalah suatu sistem perbankan yang dikembangkan berdasarkan syariah (hukum) islam. ...